Orang mulia bukanlah orang yang di mana-mana dimuliakan orang, tetapi adalah orang yang senantiasa berbuat kemuliaan. Jadi orang mulia adalah subjek dan bukan objek. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat, ayat 13:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya: "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu."
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mulia adalah para pelaku perbuatan mulia, yakni mereka yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Jadi mulia tidaknya seseorang tidak ada hubungannya dengan bagaimana ia diperlakukan di tengah-tengah masyarakatnya seperti dihormati atau tidak, tetapi sejauh mana ia melakukan perbuatan-perbuatan mulia yang disebut ketakwaan seperti beriman kepada Allah, berbakti kepada orang tua, sabar, jujur, adil, rendah hati, menghormati orang lain dan sebagainya.