Catatan :
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2018

Saat Kiai Bambu Runcing Menangis

KH Subchi Parakan. (Istimewa)
Perjuangan melawan dan mengusir penjajah bagi bangsa Indonesia tidak cukup hanya bermodalkan kekuatan fisik dan senjata, tetapi juga kekuatan batin. Kekuatan ini diperoleh dari orang-orang sholeh yang mempunyai amalan khusus yang mampu membangkitkan semangat berjuang.

Salah satu tujuan ratusan bahkan ribuan tentara Hizbullah, Sabilillah, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) ialah Kiai Haji Subchi Parakan. Kiai yang berumur 90 tahun pada 1945 itu ikut berjasa dalam memberikan kekuatan batin kepada para pejuang dengan cara memberikan amalan dan doa yang disepuhkan pada bambu runcing, senjata para pejuang saat itu dalam mengusir tentara sekutu di Semarang, Ambarawa, Surabaya, dan daerah-daerah lainnya.

Dengan senang hati, Kiai Subchi menyepuh satu per satu bambu runcing dari ribuan tentara yang saat itu sengaja datang ke Parakan untuk keperluan memperoleh kekuatan batin itu. Namun di sisi lain, hati Kiai Subchi menyimpan kesedihan mendalam karena semakin hari, tentara tak ada habisnya mendatangi kediamannya. Ia merasa banyak kiai lain di sejumlah daerah di Indonesia yang tentu lebih mampu dan sholeh dibanding dirinya.