Catatan :
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2018

IPNU-IPPNU Pacitan Cetak Kader Militan Lewat Diklatama

Pacitan, MH Online - Untuk pertama kalinya, Pimpinan cabang IPNU-IPPNU Pacitan menggelar kegiatan Pendidikan dan pelatihan pertama (Diklatama) CBP-KPP di balai Desa Wonodadikulon, Ngadirojo, Pacitan. Diklatama berlangsung selama tiga hari, Jum’at-Ahad (20-22/04).
Ketua IPNU Pacitan, Mawan Hardianto mengatakan, Diklatama perdana ini diikuti para pelajar dan santri perwakilan dari beberapa kecamatan di Pacitan. Diklatama dilakukan untuk menyempurnakan regulasi pengkaderan di tubuh NU.
“Diklatama CBP KPP ini yang pertama kalinya di Pacitan dari sejak IPNU-IPPNU berdiri sampai sekarang. Jadi dalam periode ini mencetak sejarah bagi IPNU-IPPNU Pacitan,”ungkpanya  Jum’at (20/4)

Kamis, 29 Maret 2018

Istighosah dan Doa Bersama SMP/SMK Miftahul Huda Menuju Suksesnya UNBK 2018


Ngadirojo, MH Online
Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 para pelajar Kelas IX/XII SMP/SMK Miftahul Huda menggelar Istighosah dan Doa Bersama di halaman Miftahul Huda Jln. Cucak Rowo No.25 Wiyoro Ngadirojo Kamis 29 Maret 2018. Hal itu dilakukan agar siswa siswi mendapat kemudahan dalam melaksanakan UNBK 2018 .(29/03/2018)

Acara Istighosah dan Doa Bersama dipimpin oleh Gus Zaki Alwan diikuti Kepala Sekolah SMP/SMK Miftahul Huda, dewan guru dan siswa-siswi serta orang tuanya.

Segala persiapan mulai dari jasmani maupun rohani dari siswa-siswi seperti Istighosah dan Doa Bersama  serta yang paling Tradisi di Miftahul Huda adalah berkunjung/silaturahmi ke kediaman Guru Guru dan Ulama untuk minta doa dan restu kepada beliau.

Doa merupakan wujud permohonan kepada Allah SWT untuk meminta bantuan dan perlindungan, sebab manusia diciptakan oleh-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Inilah alasan kenapa kita mengajak seluruh siswa-siswi untuk berdoa, tidak lain demi kemudahan dan kelancaran menghadapi semua ujian baik itu ujian sekolah maupun ujian nasional

Rabu, 14 Maret 2018

Puluhan Santri Pacitan Ikuti Lomba Hafalan Juz ‘Amma

miftahulhudapacitan.blogspot.com
Pacitan, NU Online
Dalam rangka peresmian NUsantara Mart di Pacitan yang akan dilakukan pada Ahad (18/3) mendatang, panitia peluncuran NUsantara Mart menggelar lomba Hafalan Juz Amma. Rabu (14/3). Lomba diikuti puluhan santri-santriwati. Mereka berasal dari perwakilan Sekolah(SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Diniyah (Madin) se-kecamatan Pacitan.

Lomba dipandu oleh tiga orang dewan juri dari Jamiyyatul Qurra Wal Huaffadz (JQH NU), Arifin Hamid, Sadidul Qirom, dan Zainuridan. Tampak pula para ustadz-ustadzah santri yang mengikuti lomba kali ini.

Koordinator perlombaan, Arifin Hamid menyampaikan, perlombaan ini dilakukan sebagai rangkaian peluncuran NUsantara Mart. Juga sebagai sarana menggali potensi hafid Al Quran sejak dini.

“Kegiatan ini adalah sebagian rangkaian Launcing NUsantara Mart. Juga menggali potensi para hafid Al Quran sejak dini”ungkapnya

Dia menambahkan, kejuaraan lomba akan diambil mulai I,II, dan III. Sementara kriteria penilaian lomba berdasarkan kelancaran hafalan, tartil, makhorijul huruf, tajwid, dan adab. “Lalu dari kejuaraan tersebut akan diberikan saat acara puncak,”jelasnya.



sumber: pachenews.com

Mari Hujani Medsos dengan Kejernihan Cinta

miftahulhudapacitan.blogspot.com
Hadhramaut, NU Online
Lembaga Media Informasi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman mengadakan diskusi yang bertajuk Tadarus Cinta pada Jumat (9/3) sore di halaman asrama mahasiswa Universitas Al Ahgaff, Hadhramaut, Yaman. 

Ketua PCINU Yaman Ahmad Subhan menceritakan singkat kisah Fudhail bin Iyadh. Sufi masyhur itu mulanya merupakan seorang begal. Lalu, ia bertobat hingga menjadi sufi karena pengaruh cinta. 

"Ini membuktikan bagaimana cinta bisa mengubah seseorang dengan sangat luar biasa," ucapnya meyakinkan. 

Dalam pengantarnya sebagai moderator, Azhari Mujahid mengutip definisi cinta dari Rumi. “Cinta bagaikan api yang melalap segala sesuatu selain sang kekasih,” katanya.

Pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut Munandar Harits mengatakan cinta merupakan emosi yang menuntun pada suatu tindakan. 

“Karya adalah hasilnya,” ujarnya.

Minggu, 11 Maret 2018

Mayoran, Sebuah Tradisi Makan Bareng Ala Santri Miftahul Huda Lorok


https://miftahulhudapacitan.blogspot.co.id
Tradisi makan bareng di pondok pesantren memiliki nama yang berbeda tergantung daerah mana pondok itu berasal, ada yang menyebut makan bareng di pesantren dengan sebutan ‘kentongan’, hal ini dikarenakan saat makanan sudah matang si tukang masak memberi tahu teman-temanya dengan memukul kentong agar mereka segera berkumpul. Ada pula yang menyebut makan bareng dengan sebutan lengseran atau mayoran.

Di dunia pondok pesantren khususnya Pondok Miftahul Huda Ngadirojo mayoran adalah tradisi makan bersama yang biasa digelar pada hari-hari libur, hari-hari biasa atau ketika penutupan kegiatan pondok pesantren.

"Madang madang madang madang," yang sering terucap dari santri Naseh Hamid  😁

Pada umumnya mayoran digelar oleh sekawanan santri yang tinggal di kamar/asrama yang sama. Mereka bermusyawarah untuk menentukan menu, besaran uang iuran dan tugas yang dilakukan oleh masing-masing personel. Dimulai dari belanja bahan makanan yang akan dimasak, mencari kayu bakar dan tentu saja tugas memasak.

Rabu, 07 Maret 2018

Rektor UIN Malang: Dakwah di Internet Harus Disertai Etika

Jakarta, NU Online
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, H Abdul Haris mengemukakan pentingnya etika dalam berdakwah melalui internet, termasuk media sosial. Menurutnya, etika dakwah melalui digital adalah masalah yang krusial karena banyak mengandung unsur hoaks.

"Itu hampir dalam setiap detik ada (hoaks)," katanya pada acara Diskusi Live Streaming dengan tema "Peta Gerakan Jalan Dakwah di Era Digital" di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Menurut pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur itu, etika di era informasi menjadi sesuatu yang baru dan penting, terlebih bagi pengguna internet.

"Ini penting karena internet yang digunakan orang Indonesia yang mencapai 88,1 juta itu sekian persen mengandung hoaks dan itu terkait dengan etika," jelasnya.

Berdasarkan pengamatannya, alumni Pesantren Tebuireng, Jombang itu menyayangkan karena dakwah yang dilakukan melalui internet justru sebagian besar membuat isu fitnah antarumat Islam sendiri. 

"Korbannya sebagian adalah tokoh-tokoh agama karena agama digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat politis," katanya.

Eyang Yahuda Lorok Pacitan, Siapakah Beliau?

Ngadirojo-Pacitan, NU Online
Pacitan memiliki cerita sejarah yang cukup panjang. Berdirinya Pacitan yang kini menginjak usia 273 tahun tidak dapat lepas dari tokoh-tokoh penting sebagai peletak dasar peradaban di Pacitan.

Selain dikenal kaya akan sejarah budayanya, Pacitan dikenal pula dengan warisan religiusnya. Salah satu peninggalan religiusnya adalah adanya makam orang-orang terpilih, seperti Kanjeng Jimat, Ki Ageng Posong, Ki Ageng Petung, hingga Eyang Yahuda.

Banyak makam orang-orang terpilih yang telah berjasa bagi keberlangsungan peradaban Pacitan, namun kurang dikenal atau bahkan tidak diketahui keberadaannya sehingga tidak ada yang memelihara atau menziarahinya.

Untung saja, di Pacitan masih banyak masyarakat yang sadar akan peninggalan leluhurnya. Hingga mereka terus menjaga dan merawatnya, salah satu makam tokoh Pacitan yang masih terjaga dengan baik adalah makam Eyang Yahuda, seorang ulama penyebar Islam di Pacitan.

Eyang Yahuda, para ulama menyebutnya dengan nama Syech Abdurrahman. Belum diketahui pasti, beliau berasal dari daerah mana. Namun yang jelas, beliau memilih daerah Lorok sebagai tempatnya berdakwah menyebarkan agama Islam. Hingga dikenal dengan sebutan Eyang Yahuda Lorok.

Selasa, 06 Maret 2018

Pagar Nusa Gagas Buku Bermedsos dengan Sehat

Jakarta, NU Online
Tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik. Era Cyber War akan segera dihadapi. Maka, Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa menggelar sebuah diskusi bertajuk Politik dan Cyber Menuju Medsosul Karimah.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pagar Nusa M Nabil Haroen pada istighosah rutin dan diskusi di Masjid An-Nahdlah Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (6/3) malam.

"Acara ini merupakan rutinitas setiap Selasa Kliwon. Malam hari ini adalah istighosah dengan peserta terbanyak karena dihadiri para ulama, sehingga animo masyarakat cukup tinggi. Banyaknya peserta akan terus ditingkatkan karena istighosah memerlukan hati yang ikhlas," kata Gus Nabil, begitu ia akrab disapa.

Dari tema diskusi itu, Gus Nabil mengungkapkan bahwa ia bersama Pagar Nusa sedang menyusun sebuah buku untuk bermedsos secara sehat dan mulia.

"Hari ini, merupakan bagian dari pencarian ilmu, sehingga buku itu nantinya akan padat berisi dengan keilmuan," ungkapnya.

Cadar, Syariat Islam atau Budaya Arab? Ini Penjelasan Kiai Ishom

Jakarta, NU Online
Polemik pemakaian cadar oleh mahasiswi di perguruan tinggi kembali mencuat setelah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berupaya melakukan pembinaan kepada para mahasiswi bercadar.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi menandatangani Surat Edaran Nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 perihal Pembinaan Mahasiswi Bercadar.

Surat edaran itu ditujukan kepada Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, dan Kepala Unit atau Lembaga pada 20 Februari 2018.

Mereka diminta untuk mendata dan membina mahasiswi bercadar dan data diberikan kepada Wakil Rektor III paling lambat 28 Februari 2018.

Namun, mengenai cadar itu sendiri, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin mengatakan, cadar bukan tradisi umat Islam Indonesia.

Kiai muda kelahiran Lampung ini tidak memungkiri, cadar termasuk persoalan fiqih dan penafsiran yang di dalamnya para ulama bisa berbeda pendapat.

Senin, 05 Maret 2018

Peringati Harlah, Pelajar NU Sudimoro Gelar Porsipnu

Sudimoro-Pacitan, NU Online
Semarak Hari Lahir ke-64 IPPNU dan ke-63 IPPNU diperingati dengan meriah oleh para pelajar NU di berbagai daerah di Indonesia. Di Pacitan, Jawa Timur, Pengurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Sudimoro menggelar Pekan olahraga dan seni pelajar NU (Porsipnu) sejak tanggal 25 Februari hingga 4 Maret 2018.

Ketua pelaksana, Maisyur Asyari mengatakan, Porsipnu kali diisi dengan berbagai jenis perlombaan seperti, lomba futsal antar sekolah, bola voli, tari Hadrah, paduan suara, karaoke religi, dan qira'at.

"Alhamdulillah Porsipnu tahun ini berlangsung cukup meriah dan disambut antusias oleh berbagai pihak. Porsipnu sendiri diikuti oleh enam sekolah yang ada di kecamatan Sudimoro. Empat sekolah dari tingkat SLTP dan dua sekolah tingkat SMA," katanya, Ahad malam (5/3).

Dia merasa bangga kepada para peserta lomba yang telah menyuguhkan penampilan terbaiknya. Melalui Porsipnu ini diharap muncul banyak kader NU yang unggul dalam sejumlah bidang olahraga dan seni keagamaan.

Minggu, 04 Maret 2018

Kader NU Harus Aktif Sebar Konten Positif

Cilegon, NU Online
Penyebaran informasi pada saat ini bukanlah sebuah hal yang istimewa. Hal itu lantaran siapa pun dapat menjadi jurnalis medsos yang dapat memberikan informasi apa pun dengan format gambar, suara atau video tanpa kredibilitas yang jelas dan terang.

Hal tersebut disampaikan Abdul Malik Mughni dari LTN PBNU pada Pelatihan Siber Kebangsaan di Aula Mapolres Kota Cilegon, Banten, Sabtu (3/3).

Disebutkan Malik, pada era 3.0 ini informasi yang paling 'bising' dan 'massif'-lah yang menjadi pemenangnya.

"Siapa yang menguasai opini publik maka dialah pemenangnya," ujarnya.

Pelatihan Siber Kebangsaan diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Cilegon di Aula Mapolres Kota Cilegon, Jawa Barat, berlangsung 2-3 Maret 2018.

Kegiatan Lintas Alam Sebagai Media Pendidikan Untuk Mengembangkan Kepribadian Kader NU IPNU-IPPNU Anak Cabang Ngadirojo Pacitan


Ngadirojo, NU Online
Kegiatan Lintas Alam dalam rangka memperingati Harlah IPNU-IPPNU ke 64 bagi para peserta merupakan suatu kegiatan di alam terbuka yang menarik, menyenangkan dan menatang yang dapat mengembangkan kecintaan mereka kepada alam dan menambah wawasan tentang lingkungan.

Bagi para peserta kegiatan Lintas Alam, Lintas Alam dapat difungsikan sebagai media pendidikan untuk mengembangkan kepribadian serta watak peserta. 

Dalam suatu penjelajahan/lintas alam pada umumnya ada " Survival training " yang penuh dengan halang  rintang, untuk memberikan pengalaman  bagaimana merasakan suatu keberhasilan melintasi halang rintang yang menantang tersebut.  


Hal tersebut disampaikan Mawan Hardianto dari Pimpinan Cabang IPNU Pacitan pada Kegiatan Lintas Alam di sekitar Gunung Tenong Ds.Pagerjo Ngadirojo, Minggu (04/03/2018)

" IPNU-IPPNU itu jaringannya luas" ujarnya

Sabtu, 03 Maret 2018

Perjuangan KH Wahid Hasyim Lewat Karcis Cap ‘Ceker Ayam’

Ente jangan lupa, Nabi kita Muhammad SAW pernah mengatakan, Al-Harbu Khid’ah, bahwa peperangan selamanya penuh dengan tipu muslihat.” (Guruku Orang-orang dari Pesantren, LKiS, 2001)

Pernyataan tersebut dikatakan oleh KH Ahmad Wahid Hasyim (1914-1953) ketika membincang strategi perjuangan menghadapi penjajah Nippon atau Jepang dengan Konsul Nahdlatul Ulama wilayah Kedu, KH Saifuddin Zuhri pada tahun 1943.

Al-Harbu Khid’ah diungkapkan oleh Kiai Wahid karena bangsa Indonesia saat itu dalam kondisi peperangan melawan penjajah. Kondisi ini diperhatikan betul oleh para kiai pesantren untuk membebaskan rakyat Indonesia dari kungkungan kolonialisme, bukan tipu muslihat dalam artian negatif.

Dalam obrolan ringan ditemani seduhan teh hangat di tengah panasnya peperangan, Kiai Wahid Hasyim mengeluarkan sebuah tas dan memberikan isinya kepada Kiai Zuhri. Awalnya Kiai Saifuddin Zuhri terheran dengan sesuatu yang dibungkus oleh plastik tersebut dan diberikan kepadanya.

Tiga Golongan Pengurus Organisasi dalam Al-Qur'an

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud membagi pengurus organisasi ke dalam tiga golongan. Hal itu ia sampaikan berdasar Al-Qur’an surat Fathir ayat 32.

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Kami wariskan kitab itu kepada orang-orang yang Kami pilih. Sebagian dari mereka, lalim terhadap dirinya sendiri. Sebagian lain berada dalam posisi pertengahan. Sementara itu, di antara mereka, ada pula yang berlomba dalam menjalankan kebaikan dengan izin Allah swt. Hal itu adalah anugerah yang sangat besar.(QS Fathir: 32).

Pertama, golongan yang dzalimun linafsihi, lalim terhadap diri sendiri. Orang-orang kelompok ini hanya ingin masuk organisasinya saja, tetapi mereka tidak aktif menjalankan organsisasinya.

Jumat, 02 Maret 2018

Ini Harapan Ketua IPPNU Jombang di Harlah Ke-63


Jombang, NU Online

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kini sudah memasuki usia 63 tahun sejak didirikannya pada 2 Maret 1955 silam. Banyak harapan yang hendak dicapai oleh IPPNU diusia yang sudah matang ini. 


Diantara harapan datang dari Ketua IPPNU Jombang, Jawa Timur, Rahmatul Ainiyah yang menginginkan para aktivis IPPNU terus bersemangat untuk menumbuhkan komitmen menjaga serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


Menurutnya, kesemangatan ini harus terus dimunculkan oleh IPPNU lantaran berbagai macam upaya gencar dilakukan oleh beberapa kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk meruntuhkan NKRI.


"Tetap eksis dan tambah jaya, istiqomah dalam menjaga komitmen untuk selalu menjadi organisasi yang bermanfaat bagi Agama, Bangsa, Negara. Dan tentu menjadikan pelajar putri yang siap mengawal NKRI," katanya, Jumat (2/3).

Efek Sosial Hoaks Menurut Al-Imam Al-Mawardi


Hoaks atau kabar yang tidak sesuai dengan realitas menjadi tantangan besar dalam era media sosial kini. Hoaks sejauh ini sudah menciptakan suasana yang tidak nyaman. Bahkan pada titik tertentu hoaks melahirkan bibit kecurigaan sesama anak bangsa bahkan sesama umat Islam. Berita bohong berkali-kali disebarkan untuk mendelegitimasi figur, pemerintah, lembaga, organisasi, bahkan institusi formal bernama negara.

Penyebar hoaks yang melakukan aksinya berkali-kali secara tidak bertanggung jawab di media sosial untuk menciptakan kaos, kondisi kacau-balau, mendapat teguran tegas dari Allah SWT sebagai Surat Ali Imran ayat 61 berikut ini:


ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ


Artinya, “Mari kita ber-mubahalah agar laknat Allah jatuh menimpa mereka yang berdusta.”

Kamis, 01 Maret 2018

Sekjen PBNU Dorong Pelajar NU Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi

Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini mengingatkan rekan-rekan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) agar meningkatkan kreativitas dan inovasi di era yang serba digital ini.

“Pintar saja tidak cukup. Tapi butuh inovasi dan kreativitas,” kata Helmy saat memberikan arahan pada tasyakur Harlah ke-64 IPNU di aula gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Dalam testimoni singkatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU 2012-2015 Khaerul Anam Harisah mengutip dawuh Rais Aam PBNU 1992-1999 KH Ilyas Ruchiyat.

“Tugas IPNU itu mencari kayu yang terbaik, lalu kemudian tugas NU mengolahnya menjadi furniture yang berharga,” katanya di aula gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Helmy Faishal: IPNU Harus Tingkatkan Dakwah di Media Sosial

Jakarta, NU Online
Pelajar Nahdliyin harus lebih bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kapas aturannya guna menghadapi persaingan yang semakin ketat di dalam konteks  kehidupan nyata.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini saat menghadiri tasyakuran Harlah ke-64 IPNU di Graha Gus Dur PP GP Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Kepada kader-kader IPNU yang hadir malam itu, Sekjen menekankan bahwa IPNU sebagai tunas-tunas dan kader Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis serta ikut menentukan bagaimana masa depan NU di masa yang akan datang. Maka dari itu berbagai upaya penggemblengan dan peningkatan kapasitas dan loyalitas kader harus selalu ditingkatkan.