Catatan :

Selasa, 24 April 2018

Ketika Sayyidina Umar Terima Keluhan Orang Tua soal Anak Nakal

Karunia anak merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah untuk kedua orang tua. Anugerah tersebut harus dijaga dan dididik dengan baik, agar kelak menjadi anak yang shaleh dan bermanfaat bagi orang lain.

Al-Imam al-Ghazali menyatakan bahwa apabila anak dibiasakan berbuat baik sejak dini, maka ia akan tumbuh besar menjadi baik, bahagia di dunia dan akhirat. Orang tua serta pendidiknya mendapatkan pahala atas usaha mendidiknya. Namun bila anak dibiarkan terdidik dengan buruk, maka ia akan terbiasa melakukan keburukan, celaka di dunia dan akhirat. Orang tua dan pendidiknya juga ikut terkena imbas dosanya.

Bukan sepenuhnya kesalahan anak bila ditemukan anak yang durhaka kepada orang tuanya. Sahabat Umar bin al-Khathab saat menjadi khalifah pernah menegaskan hal tersebut.

Seorang laki-laki datang menemui Sahabat Umar bin al-Khatab. Ia mengadu akan tindakan kurang ajar anaknya. Lantas Sahabat Umar memanggil sang anak durhaka tersebut untuk dipertemukan dengan orang tuanya sekaligus dimintai klarifikasi. 

Kisah Saling Menghormati di Kalangan Sahabat dan Tabi'in

Sejak 14 abad silam, kita sebagai umat Islam sudah banyak diajarkan keteladanan dari Rasulullah serta para sahabat-sahabatnya. Sikap Rasulullah adalah cerminan Al-Qur'an yang berjalan. Sudah banyak cerita masyhur tentang hal tersebut. 

Sikap-sikap baik Rasulullah ini secara otomatis membekas dan kemudian berusaha diduplikasi oleh sahabat-sahabat beliau. Meskipun cara duplikasinya tidak 100 persen, namun mendekati kesempurnaan dengan gaya dan sudut pandang masing-masing sahabat yang tidak sama. 

Di antara cerita sahabat yang menarik adalah kisah Zaid bin Tsabit saat ia melakukan shalat janazah atas ibunya yang telah meninggal. 

Ketika keledai milik Zaid ini didekatkan untuk ditunggangi Zaid, tiba-tiba Ibnu Abbas, sahabat sekaligus sepupu Rasulullah, mendekat dan meminta pelana keledai milik Zaid, lalu ia memegangkan pelana itu. 

Sabtu, 21 April 2018

Kader Ansor Harus Manfaatkan Teknologi

Bandung, NU Online
Kader Ansor harus memahami teknologi informasi dan komunikasi, terlebih pada zaman sekarang di mana media informasi sudah menjadi alat mainan. Kader Ansor juga harus bisa memanfaatkan teknologi modern untuk mempercepat penyebaran informasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat, Johan Jouhar Anwari saat mengisi Materi Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) VIII yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat di Ponpes Cijawura Bandung, Sabtu (21/4).

Johan mengajak selurut peserta PKL agar sepulang dari acara tersebut untuk melakukan tindak lanjut materi terkait Information and Communication Technology (ICT). Materi ICT juga dominta supaya dimasukkan dalam materi Pelatihan Kepemimpinan Dasar yang dilaksanakan di setiap Pengurus GP Ansor di Cabang.

IPNU-IPPNU Pacitan Cetak Kader Militan Lewat Diklatama

Pacitan, MH Online - Untuk pertama kalinya, Pimpinan cabang IPNU-IPPNU Pacitan menggelar kegiatan Pendidikan dan pelatihan pertama (Diklatama) CBP-KPP di balai Desa Wonodadikulon, Ngadirojo, Pacitan. Diklatama berlangsung selama tiga hari, Jum’at-Ahad (20-22/04).
Ketua IPNU Pacitan, Mawan Hardianto mengatakan, Diklatama perdana ini diikuti para pelajar dan santri perwakilan dari beberapa kecamatan di Pacitan. Diklatama dilakukan untuk menyempurnakan regulasi pengkaderan di tubuh NU.
“Diklatama CBP KPP ini yang pertama kalinya di Pacitan dari sejak IPNU-IPPNU berdiri sampai sekarang. Jadi dalam periode ini mencetak sejarah bagi IPNU-IPPNU Pacitan,”ungkpanya  Jum’at (20/4)

Kamis, 29 Maret 2018

Gaet Siswa Baru, Lembaga Pendidikan NU Pacitan Gencar Promosi

Pacitan, MH Online
Sekolah sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pacitan Jawa Timur gencar melakukan berbagai kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh siswa baru untuk tahun ajaran 2018/2019.

Diantara lembaga pendidikan NU yakni Sekolah Dasar Nuril Islam (SD Nuris) Pacitan yang berdiri sejak tahun 2015 menggelar berbagai macam kegiatan untuk menggaet peserta didik baru. sebagaimana yang dilakukan pada Kamis (29/3), menggelar bazar buku dan pentas seni anak. 

Kegiatannya meliputi, lomba fashion show busana muslim tingkat TK sederajat se-kecamatan Pacitan dan Kecamatan Arjosari, lomba mewarnai, dan lomba memasak nasi tiwul antar wali murid dan kegiatan akan berlangsung hingga Sabtu (31/3) di halaman SD setempat.

"Pentas seni ini merupakan agenda tahunan, dan ini adalah tahun keempat kami melaksanakannya. Tujuan utamanya tentu saja adalah untuk lebih mengenalkan SD Nuris kepada masyarakat," terang Noka Dewi Ariyanti, salah seorang Guru SD Nuris

Istighosah dan Doa Bersama SMP/SMK Miftahul Huda Menuju Suksesnya UNBK 2018


Ngadirojo, MH Online
Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 para pelajar Kelas IX/XII SMP/SMK Miftahul Huda menggelar Istighosah dan Doa Bersama di halaman Miftahul Huda Jln. Cucak Rowo No.25 Wiyoro Ngadirojo Kamis 29 Maret 2018. Hal itu dilakukan agar siswa siswi mendapat kemudahan dalam melaksanakan UNBK 2018 .(29/03/2018)

Acara Istighosah dan Doa Bersama dipimpin oleh Gus Zaki Alwan diikuti Kepala Sekolah SMP/SMK Miftahul Huda, dewan guru dan siswa-siswi serta orang tuanya.

Segala persiapan mulai dari jasmani maupun rohani dari siswa-siswi seperti Istighosah dan Doa Bersama  serta yang paling Tradisi di Miftahul Huda adalah berkunjung/silaturahmi ke kediaman Guru Guru dan Ulama untuk minta doa dan restu kepada beliau.

Doa merupakan wujud permohonan kepada Allah SWT untuk meminta bantuan dan perlindungan, sebab manusia diciptakan oleh-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Inilah alasan kenapa kita mengajak seluruh siswa-siswi untuk berdoa, tidak lain demi kemudahan dan kelancaran menghadapi semua ujian baik itu ujian sekolah maupun ujian nasional

Rabu, 28 Maret 2018

Pemerintah Saja Tidak Cukup, NU Harus Genjot Kesadaran Teknologi

Jakarta, NU Online
Teknologi berkembang begitu pesat. Satu perubahan ke perubahan lagi tidak berjarak begitu lama. Menurut Praktisi Teknologi Elwin Andririanto, negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sudah menemukan sumber daya lain di bumi ini. Misalnya mereka menemukan emas yang jumlahnya 80 ribu kali lebih banyak dari yang ada di bumi. Emas tersebut berada di sebuah asteroid.

Jerman, lanjutnya pada kegiatan Ngaji Teknologi di Perpustakaan PBNU, Gedung PBNU lantai 2, Jakarta, pada Rabu (28/3), sudah berhasil membuat matahari buatan di bumi. Bangsa Jerman heboh dengan fusi yang menghasilkan matahari tersebut.

Tak berhenti di situ, alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu juga mengungkapkan bahwa teknologi saat ini sudah mampu membuat jantung yang dibuat sedemikian rupa dan dicetak dengan mesin pencetak tiga dimensi. Itu berhasil hidup.