Catatan :

Jumat, 02 Maret 2018

Efek Sosial Hoaks Menurut Al-Imam Al-Mawardi


Hoaks atau kabar yang tidak sesuai dengan realitas menjadi tantangan besar dalam era media sosial kini. Hoaks sejauh ini sudah menciptakan suasana yang tidak nyaman. Bahkan pada titik tertentu hoaks melahirkan bibit kecurigaan sesama anak bangsa bahkan sesama umat Islam. Berita bohong berkali-kali disebarkan untuk mendelegitimasi figur, pemerintah, lembaga, organisasi, bahkan institusi formal bernama negara.

Penyebar hoaks yang melakukan aksinya berkali-kali secara tidak bertanggung jawab di media sosial untuk menciptakan kaos, kondisi kacau-balau, mendapat teguran tegas dari Allah SWT sebagai Surat Ali Imran ayat 61 berikut ini:


ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ


Artinya, “Mari kita ber-mubahalah agar laknat Allah jatuh menimpa mereka yang berdusta.”

Kamis, 01 Maret 2018

Sekjen PBNU Dorong Pelajar NU Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi

Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini mengingatkan rekan-rekan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) agar meningkatkan kreativitas dan inovasi di era yang serba digital ini.

“Pintar saja tidak cukup. Tapi butuh inovasi dan kreativitas,” kata Helmy saat memberikan arahan pada tasyakur Harlah ke-64 IPNU di aula gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Dalam testimoni singkatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU 2012-2015 Khaerul Anam Harisah mengutip dawuh Rais Aam PBNU 1992-1999 KH Ilyas Ruchiyat.

“Tugas IPNU itu mencari kayu yang terbaik, lalu kemudian tugas NU mengolahnya menjadi furniture yang berharga,” katanya di aula gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Helmy Faishal: IPNU Harus Tingkatkan Dakwah di Media Sosial

Jakarta, NU Online
Pelajar Nahdliyin harus lebih bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kapas aturannya guna menghadapi persaingan yang semakin ketat di dalam konteks  kehidupan nyata.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini saat menghadiri tasyakuran Harlah ke-64 IPNU di Graha Gus Dur PP GP Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Kepada kader-kader IPNU yang hadir malam itu, Sekjen menekankan bahwa IPNU sebagai tunas-tunas dan kader Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis serta ikut menentukan bagaimana masa depan NU di masa yang akan datang. Maka dari itu berbagai upaya penggemblengan dan peningkatan kapasitas dan loyalitas kader harus selalu ditingkatkan.

Dibantu NU Care, Faysal Jalani Operasi Penutupan Kolostomi

Jakarta, NU Online
Faysal Kayana, bocah tiga tahun, warga Dusun Sukamanah, RT.02/03 Kecamatan Wado, Kabupaten  Sumedang, Jawa Barat kini tampak ceria.

Bocah penderita hirschsprung's disease atau penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus, berhasil menjalani operasi kedua, Rabu (28/2) di Rumah Sakit Advent, Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.

Faysal berada di rumah sakit sejak Ahad (25/2) untuk persiapan operasi. Walaupun akan menjalani oprasi, Faysal tetap tampak ceria. Sesekali ia berguling-guling dan loncat-loncat di kasur. Ditemani beberapa buah mainan mobil kesukaannya, Faysal terlihat riang.

Faysal harus menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter. Sebelum dioperasi, Faysal harus menjalani wash out atau pembersihan pada bagian usus dan anus.
 
Operasi kedua ini adalah operasi pulltrongh, yakni penutupan colostomy. Proses operasi ini untuk memasukan usus yang selama ini menggunakan kantong untuk disambungkan ke anus. Operasi berlangsung selama lebih dari empat jam, dimulai pukul 11.00 hingga 15.28 WIB.

Rabu, 28 Februari 2018

Saya Tidak Pernah Kapok Jadi Banser

Grobogan, NU Online 
Rambut dan jenggotnya memutih, penanda umurnya menua. Namun, sama sekali tidak mengurangi semangatnya untuk turut serta bersama anggota lainnya untuk mengamankan Pengajian Akbar Harlah ke-92 NU dan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan di alun-alun Kabupaten, Rabu malam (28/2). 

Dialah Mbah Darsono. Ia merupakan satu dari lima orang anggota Banser yang mengalami kecelakaan di Tol Tembalang sebulan lalu (21/1). Terlihat jelas bekas jahitan di pelipisnya karena peristiwa itu.

Waktu itu, ia bersama rombongan tengah dalam perjalanan pulang menuju Grobogan setelah selama tiga hari mengikuti Pendidikan Kader Lanjut Banser di Bergas, Ungaran. Nahas, mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan hingga menewaskan satu temannya, Miftakul Huda (48). Ia sendiri mengalami luka cukup serius, 17 jahitan.

MCA Ditangkap, PBNU Dukung Polisi Tindak Tegas Penyebar Berita Bohong

Bandung, NU Online 
Polisi menangkap anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang diduga menyebarkan berita bohong (hoaks) tentang penganiayaan ulama, kebangkitan PKI, mendiskreditkan partai tertentu, isu yang bermuatan fitnah terhadap pejabat. Mereka melanggar pasal 28 ayat 2 dan UU ITE.

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, dalam wawancara dengan sebuah televisi, Rabu, (28/2) meminta polisi bertindak tegas terhadap siapa pun yang menyebarkan berita bohong.

“Jangan melakukan hal itu. Jangan menggunakan nama muslim, dan yang terpenting jangan menyebarkan hoax,” tegasnya. 

Ketua Umum MUI Pusat itu meminta agar semua pihak menjaga dan mengawal keutuhan bangsa Indonesia dengan menghindari membuat dan menyebarkan berita bohong.

Marak Hoaks MCA, Masyarakat Didorong Cerdas Kelola Informasi di Medsos

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen mengimbau kepada warga NU khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya yang aktif memakai media sosial agar bijak dalam menggunakannya. 

"Kita harus cerdas dalam mengelola informasi dari media sosial," kata pria yang karib disapa Gus Nabil di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (28/2)

Ia mencontohkan, pada saat seseorang menerima informasi dari media sosial, maka harus ditelaah dulu melalui pendekatan logika. 

"Ini informasi logis apa tidak, bener apa tidak karena kita punya patron kan," kata pria alumnus Pesantren Lirboyo Kediri itu.