Catatan :

Sabtu, 03 Maret 2018

Perjuangan KH Wahid Hasyim Lewat Karcis Cap ‘Ceker Ayam’

Ente jangan lupa, Nabi kita Muhammad SAW pernah mengatakan, Al-Harbu Khid’ah, bahwa peperangan selamanya penuh dengan tipu muslihat.” (Guruku Orang-orang dari Pesantren, LKiS, 2001)

Pernyataan tersebut dikatakan oleh KH Ahmad Wahid Hasyim (1914-1953) ketika membincang strategi perjuangan menghadapi penjajah Nippon atau Jepang dengan Konsul Nahdlatul Ulama wilayah Kedu, KH Saifuddin Zuhri pada tahun 1943.

Al-Harbu Khid’ah diungkapkan oleh Kiai Wahid karena bangsa Indonesia saat itu dalam kondisi peperangan melawan penjajah. Kondisi ini diperhatikan betul oleh para kiai pesantren untuk membebaskan rakyat Indonesia dari kungkungan kolonialisme, bukan tipu muslihat dalam artian negatif.

Dalam obrolan ringan ditemani seduhan teh hangat di tengah panasnya peperangan, Kiai Wahid Hasyim mengeluarkan sebuah tas dan memberikan isinya kepada Kiai Zuhri. Awalnya Kiai Saifuddin Zuhri terheran dengan sesuatu yang dibungkus oleh plastik tersebut dan diberikan kepadanya.

Tiga Golongan Pengurus Organisasi dalam Al-Qur'an

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud membagi pengurus organisasi ke dalam tiga golongan. Hal itu ia sampaikan berdasar Al-Qur’an surat Fathir ayat 32.

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Kami wariskan kitab itu kepada orang-orang yang Kami pilih. Sebagian dari mereka, lalim terhadap dirinya sendiri. Sebagian lain berada dalam posisi pertengahan. Sementara itu, di antara mereka, ada pula yang berlomba dalam menjalankan kebaikan dengan izin Allah swt. Hal itu adalah anugerah yang sangat besar.(QS Fathir: 32).

Pertama, golongan yang dzalimun linafsihi, lalim terhadap diri sendiri. Orang-orang kelompok ini hanya ingin masuk organisasinya saja, tetapi mereka tidak aktif menjalankan organsisasinya.

Jumat, 02 Maret 2018

Ini Harapan Ketua IPPNU Jombang di Harlah Ke-63


Jombang, NU Online

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kini sudah memasuki usia 63 tahun sejak didirikannya pada 2 Maret 1955 silam. Banyak harapan yang hendak dicapai oleh IPPNU diusia yang sudah matang ini. 


Diantara harapan datang dari Ketua IPPNU Jombang, Jawa Timur, Rahmatul Ainiyah yang menginginkan para aktivis IPPNU terus bersemangat untuk menumbuhkan komitmen menjaga serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


Menurutnya, kesemangatan ini harus terus dimunculkan oleh IPPNU lantaran berbagai macam upaya gencar dilakukan oleh beberapa kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk meruntuhkan NKRI.


"Tetap eksis dan tambah jaya, istiqomah dalam menjaga komitmen untuk selalu menjadi organisasi yang bermanfaat bagi Agama, Bangsa, Negara. Dan tentu menjadikan pelajar putri yang siap mengawal NKRI," katanya, Jumat (2/3).

Efek Sosial Hoaks Menurut Al-Imam Al-Mawardi


Hoaks atau kabar yang tidak sesuai dengan realitas menjadi tantangan besar dalam era media sosial kini. Hoaks sejauh ini sudah menciptakan suasana yang tidak nyaman. Bahkan pada titik tertentu hoaks melahirkan bibit kecurigaan sesama anak bangsa bahkan sesama umat Islam. Berita bohong berkali-kali disebarkan untuk mendelegitimasi figur, pemerintah, lembaga, organisasi, bahkan institusi formal bernama negara.

Penyebar hoaks yang melakukan aksinya berkali-kali secara tidak bertanggung jawab di media sosial untuk menciptakan kaos, kondisi kacau-balau, mendapat teguran tegas dari Allah SWT sebagai Surat Ali Imran ayat 61 berikut ini:


ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ


Artinya, “Mari kita ber-mubahalah agar laknat Allah jatuh menimpa mereka yang berdusta.”

Kamis, 01 Maret 2018

Sekjen PBNU Dorong Pelajar NU Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi

Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini mengingatkan rekan-rekan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) agar meningkatkan kreativitas dan inovasi di era yang serba digital ini.

“Pintar saja tidak cukup. Tapi butuh inovasi dan kreativitas,” kata Helmy saat memberikan arahan pada tasyakur Harlah ke-64 IPNU di aula gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Dalam testimoni singkatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU 2012-2015 Khaerul Anam Harisah mengutip dawuh Rais Aam PBNU 1992-1999 KH Ilyas Ruchiyat.

“Tugas IPNU itu mencari kayu yang terbaik, lalu kemudian tugas NU mengolahnya menjadi furniture yang berharga,” katanya di aula gedung Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Helmy Faishal: IPNU Harus Tingkatkan Dakwah di Media Sosial

Jakarta, NU Online
Pelajar Nahdliyin harus lebih bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kapas aturannya guna menghadapi persaingan yang semakin ketat di dalam konteks  kehidupan nyata.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini saat menghadiri tasyakuran Harlah ke-64 IPNU di Graha Gus Dur PP GP Ansor, Jakarta, Kamis (1/3).

Kepada kader-kader IPNU yang hadir malam itu, Sekjen menekankan bahwa IPNU sebagai tunas-tunas dan kader Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis serta ikut menentukan bagaimana masa depan NU di masa yang akan datang. Maka dari itu berbagai upaya penggemblengan dan peningkatan kapasitas dan loyalitas kader harus selalu ditingkatkan.

Dibantu NU Care, Faysal Jalani Operasi Penutupan Kolostomi

Jakarta, NU Online
Faysal Kayana, bocah tiga tahun, warga Dusun Sukamanah, RT.02/03 Kecamatan Wado, Kabupaten  Sumedang, Jawa Barat kini tampak ceria.

Bocah penderita hirschsprung's disease atau penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus, berhasil menjalani operasi kedua, Rabu (28/2) di Rumah Sakit Advent, Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.

Faysal berada di rumah sakit sejak Ahad (25/2) untuk persiapan operasi. Walaupun akan menjalani oprasi, Faysal tetap tampak ceria. Sesekali ia berguling-guling dan loncat-loncat di kasur. Ditemani beberapa buah mainan mobil kesukaannya, Faysal terlihat riang.

Faysal harus menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter. Sebelum dioperasi, Faysal harus menjalani wash out atau pembersihan pada bagian usus dan anus.
 
Operasi kedua ini adalah operasi pulltrongh, yakni penutupan colostomy. Proses operasi ini untuk memasukan usus yang selama ini menggunakan kantong untuk disambungkan ke anus. Operasi berlangsung selama lebih dari empat jam, dimulai pukul 11.00 hingga 15.28 WIB.